Pesisir Selatan, 21 Oktober 2025. Dalam upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana haji, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) MA Bayang, Zidni Ilman Nafi’an, S.H.I, MA, menghadiri acara Diseminasi Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Pesisir Selatan. Kehadiran beliau menjadi representasi komitmen institusi pendidikan Islam dalam mendukung tata kelola keuangan haji yang lebih baik.
Acara yang berlangsung di salah satu hotel berbintang di Pesisir Selatan ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, SE., M.MTr, yang merupakan praktisi dan akademisi berpengalaman dalam bidang manajemen keuangan syariah. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam diskusi mengenai strategi pengelolaan dana haji yang mencapai triliunan rupiah.
Zidni Ilman Nafi’an menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif BPKH dalam menggelar acara diseminasi ini. “Pengelolaan keuangan haji bukan hanya urusan teknis administratif, tetapi merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada umat dan Allah SWT,” ungkap Ketua STAI MA Bayang dengan tegas. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan Islam dengan lembaga pengelola keuangan haji.
Dalam paparannya, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni menguraikan berbagai strategi inovatif dalam pengelolaan dana haji, mulai dari investasi yang sesuai prinsip syariah hingga mekanisme pengawasan yang ketat. Beliau juga menjelaskan bagaimana BPKH terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dana jamaah haji untuk memberikan manfaat maksimal bagi umat Islam Indonesia.
Acara yang dihadiri oleh para tokoh agama, akademisi, dan perwakilan organisasi Islam di Pesisir Selatan ini berlangsung sangat interaktif. Para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait mekanisme pengelolaan dana haji, transparansi laporan keuangan, hingga strategi menghadapi tantangan ekonomi global yang mempengaruhi nilai investasi dana haji.
Zidni Ilman Nafi’an juga berkesempatan berdiskusi secara mendalam dengan Dr. Lisda Hendrajoni mengenai peluang kolaborasi antara STAI MA Bayang dengan BPKH. “Kami melihat pentingnya memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mahasiswa dan calon pemimpin umat tentang pengelolaan keuangan syariah, khususnya dana haji,” jelasnya dengan penuh semangat.
Sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang memiliki concern terhadap pemberdayaan umat, STAI MA Bayang di bawah kepemimpinan Zidni Ilman Nafi’an terus berupaya menjadi jembatan antara pengetahuan akademis dengan praktik pengelolaan keuangan syariah di masyarakat. Kehadiran dalam acara diseminasi ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
Para peserta diseminasi juga mendapatkan materi lengkap mengenai roadmap pengelolaan keuangan haji Indonesia hingga tahun 2030. Materi ini mencakup strategi diversifikasi investasi, peningkatan kualitas layanan jamaah haji, serta upaya mewujudkan kemandirian finansial penyelenggaraan ibadah haji tanpa harus membebani APBN.
Acara yang berlangsung penuh semangat ini ditutup dengan foto bersama para peserta dan narasumber. Kebersamaan yang terjalin dalam acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun jejaring yang lebih kuat dalam upaya mewujudkan pengelolaan keuangan haji yang amanah, profesional, dan transparan.
Zidni Ilman Nafi’an menutup dengan harapan bahwa acara seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat. “Mari kita bersama-sama menjaga amanah umat dengan pengelolaan yang profesional dan penuh tanggung jawab,” pungkas beliau dengan optimis.
By. M. Yunus