Kawal Demokrasi 2029 : Mahasiswa STAI Madrasah Arabiah Bayang Hadiri Launching P2P Bawaslu Pesisir Selatan

Painan,Semangat mengawal pesta demokrasi yang bersih dan berintegritas mulai dipupuk sejak dini di Kabupaten Pesisir Selatan. Hari ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar acara penting berupa Launching Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Mengusung tema besar “Bergerak untuk Mewujudkan Pemilu 2029 yang Bermartabat”, kegiatan kolaboratif bersama Bawaslu Provinsi Sumatera Barat ini menjadi tonggak awal pergerakan kaum muda dalam mengawasi jalannya demokrasi.
Bertempat di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Agenda ini dirancang sebagai wadah edukasi strategis untuk menanamkan kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya peran aktif dalam pengawasan pemilu. Bawaslu menegaskan bahwa menjaga kesucian suara rakyat tidak bisa hanya bersandar pada lembaga formal, melainkan butuh tangan-tangan kreatif dari seluruh elemen bangsa. (Selasa, 16/06/2026).

Kehadiran para tokoh akademisi dan lembaga terkait menambah bobot pentingnya acara ini. Salah satu instansi yang turut diundang dan menunjukkan komitmen penuh adalah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madrasah Arabiah Bayang. Institusi pendidikan ini melihat undangan dari Bawaslu bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah panggilan pengabdian masyarakat yang harus direspons secara nyata demi masa depan daerah.
Pada kesempatan berharga ini, Ketua STAI Madrasah Arabiah Bayang diwakili oleh Wakil Ketua III, Dr. Lara Agnesta Putri, M.Pd.I. Kehadiran beliau membawa pesan kuat bahwa dunia kampus siap menjadi garda terdepan dalam mendukung terciptanya pemilu yang bersih. Dr. Lara menyampaikan bahwa keterlibatan civitas akademika dalam pengawasan partisipatif adalah wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tidak datang sendiri, Dr. Lara Agnesta Putri mendampingi sembilan mahasiswa terpilih dari STAI Madrasah Arabiah Bayang yang siap ditempa menjadi kader pengawas pemilu. Para mahasiswa yang ikut serta tersebut adalah Lutri Julia Putri, Windy Sania Misra, Artika Andini, Dinda Gustia, Novia Destina Putri, Putri Maulani, Nadatul Husna, Reva Nofrianti, dan Ismi Rajti Qays. Wajah-wajah muda ini memancarkan energi positif dan kesiapan untuk menyerap ilmu pengawasan.
Keterlibatan Lutri Julia Putri dan rekan-rekan sesama mahasiswa dalam launching P2P ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya di Pesisir Selatan. Sebagai agen perubahan (agent of change), mahasiswa memiliki idealisme yang murni dan kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan untuk mengendus serta mencegah potensi pelanggaran pemilu di tengah masyarakat. Kampus harus menjadi laboratorium moral yang menjaga jalannya demokrasi.

Melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Windy Sania Misra, Artika Andini, Dinda Gustia, beserta seluruh mahasiswa yang hadir dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai regulasi pemilu dan teknik pengawasan di lapangan. Mereka dipersiapkan untuk tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga menjadi penggerak yang mampu mengedukasi lingkungan sekitar tentang bahaya politik uang dan berita bohong (hoax).

Langkah kaki Novia Destina Putri, Putri Maulani, dan Nadatul Husna di forum ini menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang politik dan pengawasan kini semakin ramah terhadap keterwakilan perempuan muda. Partisipasi aktif mereka menunjukkan bahwa kaum perempuan memiliki kepekaan tinggi dan peran strategis dalam memastikan setiap tahapan Pemilu 2029 berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Semangat yang sama juga terpancar dari Reva Nofrianti dan Ismi Rajti Qays, yang merasa bangga bisa menjadi bagian dari sejarah persiapan Pemilu 2029 yang bermartabat sejak dini. Bagi mereka, forum P2P ini adalah kesempatan emas untuk belajar kepemimpinan, memperluas jaringan, serta berkontribusi langsung bagi daerah. Pengalaman berharga ini diyakini akan membentuk karakter mereka menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.

Acara launching P2P yang berjalan dengan sukses ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengawal setiap proses demokrasi. Dengan sinergi yang kuat antara Bawaslu, KPU, dan dunia akademisi seperti STAI Madrasah Arabiah Bayang, optimisme terpancar nyata. Kabupaten Pesisir Selatan kini siap bergerak serentak, membawa semangat pengawasan partisipatif demi terwujudnya Pemilu 2029 yang jujur, adil, dan bermartabat.
By. Muhammad Yunus

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *