Ketua STAI MA Bayang Kupas Tuntas Peran Perempuan Multitalenta dalam Perspektif Hukum Islam

PAINAN– Suasana Pertemuan Bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) lingkup Pemerintah Wilayah Daerah (Pemwilda) Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan tampak berbeda dari biasanya. Pertemuan rutin yang digelar kali ini menghadirkan momentum refleksi yang mendalam bagi para anggotanya. Kehadiran Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madrasah Arabiyah Bayang, Ustazah Zidni Ilman Nafi’an, MA, sebagai narsum utama, berhasil membawa angin segar dan motivasi baru melalui torehan pemikiran bertema “Perempuan Bermakna dan Multitalenta” (Kamis, 09/07/26).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh para tokoh sentral DWP Pessel, mulai dari Ketua DWP Kabupaten, istri para Asisten, istri Staf Ahli, hingga seluruh istri Kepala Bagian (Kabag) di lingkup Sekretariat Daerah. Kehadiran para wanita tangguh penopang roda birokrasi ini menegaskan komitmen bersama untuk terus bertumbuh, tidak hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai motor penggerak kebaikan di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya yang memukau, Ustazah Zidni Ilman Nafi’an menekankan bahwa konsep perempuan multitalenta bukanlah sebuah beban, melainkan sebuah kemuliaan yang telah dijamin dalam Islam. Beliau menjelaskan bahwa menjadi perempuan yang bermakna berarti mampu memancarkan maslahat bagi lingkungannya. Islam tidak pernah membatasi ruang gerak perempuan untuk berkarya, sejauh hal tersebut dilakukan dengan tetap menjaga marwah dan koridor syariat yang indah.

Lebih lanjut, dosen sekaligus ulama muda ini mengupas tuntas seni menyeimbangkan peran kodrati dan sosial yang seringkali menjadi tantangan terbesar wanita modern. Menjadi seorang ibu yang penyayang, istri yang salihah, sekaligus wanita karier atau wanita yang berkarya bukanlah sesuatu yang mustahil untuk berjalan beriringan. Kuncinya, menurut lulusan Magister Hukum Islam ini, terletak pada manajemen waktu yang berbasis takwa dan komunikasi yang harmonis di dalam keluarga.

Perspektif hukum Islam yang dipaparkan secara lugas oleh Ketua STAI MA Bayang ini membuka cakrawala baru bagi para peserta yang hadir. Beliau menegaskan bahwa pengabdian seorang istri di dalam rumah tangga memiliki nilai pahala yang setara dengan jihad, namun kontribusi pemikiran dan karya mereka di ruang publik juga merupakan bentuk ibadah sosial (muamalah) yang sangat dianjurkan untuk kemaslahatan umat.

“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, sekaligus tiang negara. Ketika seorang perempuan mampu menyeimbangkan perannya dengan ilmu dan keikhlasan, maka dari tangannyalah akan lahir generasi emas dan peradaban yang kuat,” ujar Ustazah Zidni yang disambut anggukan setuju dan antusiasme tinggi dari seluruh hadirin.

Suasana forum semakin hangat saat memasuki sesi motivasi, di mana narasumber mengajak para istri pejabat Pemwilda Pessel ini untuk tidak ragu melejitkan potensi diri. Beliau mengingatkan bahwa status sebagai istri abdi negara justru merupakan peluang besar untuk meluaskan kebermanfaatan. Dengan talenta dan kapasitas yang dimiliki, anggota DWP diharapkan mampu menjadi teladan moral dan penggerak literasi serta kesejahteraan di lingkungan sekitar.

Ketua DWP Kabupaten Pessel beserta jajaran yang memadati ruangan tampak begitu meresapi setiap untaian materi. Melalui pendekatan teks suci yang kontekstual dan contoh-contoh riil dalam sejarah Islam seperti figur Sayyidah Khadijah yang multitalenta sebagai pebisnis ulung sekaligus istri yang menenangkan—materi ini sukses membakar semangat dan rasa percaya diri para peserta.

Pertemuan bulanan ini tidak lagi sekadar menjadi agenda formalitas organisasi, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang penguatan mental dan spiritual. Sorot mata optimisme terpancar dari para istri Asisten, Staf Ahli, dan Kabag yang hadir, menandakan adanya kesadaran baru untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan dedikasi terbaik tanpa mengabaikan keutuhan rumah tangga.
Acara ditutup dengan sesi doa bersama dan foto bersama yang dipenuhi senyum kebersamaan. Melalui sinergi keilmuan yang dibawa oleh Ketua STAI Madrasah Arabiyah Bayang ini, Dharma Wanita Persatuan lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan semakin solid, anggun, dan berdaya guna dalam mendampingi suami serta membangun daerah menuju tatanan masyarakat yang madani.
By. Muhammad Yunus

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *