
PADANG — Prestasi membanggakan di panggung internasional kembali diukir oleh generasi muda Indonesia. Melalui kompetisi ketat yang mempertemukan berbagai talenta terbaik dari kawasan Asia Tenggara, kampus pencetak kader ulama dan intelektual sukses menorehkan tinta emas dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. (Minggu, 19/07/26).
Penghargaan tertinggi berupa Gold Medal sukses disabet oleh tiga mahasiswa gemilang perwakilan dari STAI Madrasah Arabiyah Bayang, yaitu Alnavif Febriardo, Rahmadani Ningsih, dan Nana Susiana. Ketiganya berhasil mendominasi salah satu kategori paling bergengsi, yakni Qur’an Expository Speech Contest.
Prestasi luar biasa ini diraih dalam perhelatan akbar 4th SEIBa International Festival 2026. Ajang tahunan yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi Islam dan institusi keagamaan regional ini menjadi panggung pembuktian kapasitas intelektual, syiar, dan retorika yang berlandaskan nilai-nilai suci Al-Qur’an.
Pada tahun keempat penyelenggaraannya, festival internasional ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 12 Juli 2026. Bertindak sebagai tuan rumah adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Indonesia, yang sukses menyulap kota Padang menjadi pusat perhatian akademisi Muslim dunia selama hampir sepekan.
Tahun ini, SEIBa International Festival mengusung tema yang sangat krusial bagi masa depan peradaban global, yaitu “Sustainability from Nusantara to Global Harmony”. Tema ini menantang para peserta untuk menggali kearifan lokal Nusantara dan menyelaraskannya dengan pesan universal Al-Qur’an guna mewujudkan perdamaian dunia.
Dalam kategori Qur’an Expository Speech Contest, ketiga delegasi STAI Madrasah Arabiyah Bayang ini dituntut tidak hanya sekadar berpidato. Mereka diuji untuk memaparkan eksposisi tafsir Al-Qur’an secara mendalam, kontekstual, serta solutif terhadap isu-isu keberlanjutan lingkungan dan sosial yang sedang dihadapi masyarakat global saat ini.
Keberhasilan tiga delegasi ini memuncaki kompetisi tentu tidak diraih dengan instan, melainkan lewat persiapan matang dari internal kampus. Penilaian objektif dan sangat ketat dilakukan oleh jajaran dewan juri lintas negara yang kompeten di bidangnya, memastikan bahwa peraih medali emas benar-benar memiliki kualitas di atas rata-rata.
Sertifikat penghargaan emas ini ditandatangani langsung oleh para tokoh akademisi terkemuka, termasuk Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd. selaku Rektor UIN Imam Bonjol Padang, serta Dr. Ihsan Muhidin, M.Phil. yang memimpin delegasi dari Muhammadiyah Islamic College Singapore.
Bobot internasional kompetisi ini semakin diperkuat dengan hadirnya tanda tangan dari Prof. Dr. Mohd Roslan Bin Mohd Nor dari Universiti Malaya, serta Hj. Irsyad bin Yusof selaku Direktur An-Nikmah Al-Islamiyah Phnom Penh Institute Kamboja.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan besar bagi civitas akademika STAI Madrasah Arabiyah Bayang, tetapi juga membuktikan bahwa narasi Islam yang akademis dan berwawasan luas dari pesisir Nusantara mampu memimpin harmoni di tingkat global.
By. Yunus