Ketua STAI MA Bayang Jadi Narasumber Dharma Wanita SMK 1 Tarusan, Ungkap Peran Strategis Perempuan di Era Digital

TARUSAN – Peran perempuan di era digital yang kian kompleks membutuhkan keseimbangan antara dedikasi keluarga dan pengembangan potensi diri. Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMK Negeri 1 Tarusan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme. (Jum’at, 07/08/26).

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madrasah Arabiyah Bayang, Zidni Ilman Nafi’an, M.A., memberikan pemaparan komprehensif mengenai dinamika peran perempuan modern. Mengusung tema “Peran Perempuan sebagai Istri, Ibu, dan Wanita Karir di Era Digital”, kehadiran akademisi ini menyedot perhatian seluruh anggota Dharma Wanita yang hadir.

Dalam paparannya, Zidni Ilman Nafi’an menekankan bahwa era digital membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi kaum perempuan. Kehadiran teknologi seharusnya tidak menjadi beban tambahan, melainkan instrumen yang mempermudah perempuan dalam menjalankan multi-peran secara harmonis.
Sebagai seorang istri, perempuan di era serbadigital dituntut untuk mampu menjaga komunikasi dan keharmonisan rumah tangga di tengah gempuran keterbukaan informasi. Menurut Zidni, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mempererat ikatan emosional keluarga, bukan justru menciptakan jarak antaranggota keluarga.

Memasuki peran sebagai ibu, Zidni menggarisbawahi pentingnya literasi digital bagi para ibu dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, sosok ibu memegang peranan kunci sebagai benteng utama dalam menyaring dampak negatif teknologi bagi buah hati.
“Seorang ibu di era digital tidak hanya mendidik secara fisik dan moral, tetapi juga harus menjadi navigasi bijak agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab,” ungkap Ketua STAI Madrasah Arabiyah Bayang tersebut.

Sementara itu, terkait peran sebagai wanita karir, Zidni mengapresiasi tinggi kontribusi perempuan yang tetap produktif di luar rumah maupun melalui ruang-ruang digital. Fleksibilitas era digital saat ini memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkarya tanpa harus mengabaikan tanggung jawab utamanya di rumah.
Kunci utama dalam menyelaraskan ketiga peran tersebut, menurut Zidni, terletak pada manajemen waktu yang bijaksana, skala prioritas yang jelas, serta komunikasi yang terbuka dengan pasangan dan keluarga. Keseimbangan ini penting agar perempuan dapat menjalankan fungsinya secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan mental dan keharmonisan keluarga.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diwarnai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hidup dari para peserta. Banyak anggota DWP SMK Negeri 1 Tarusan yang membagikan pengalaman nyata serta tantangan harian mereka dalam mengelola peran ganda di era modern ini.
Melalui kegiatan ini, DWP SMK Negeri 1 Tarusan berharap para anggota dapat memetik wawasan mendalam dan motivasi baru untuk terus berdaya. Sosialisasi ini menjadi langkah nyata dalam menguatkan kapasitas perempuan agar siap menghadapi tantangan zaman dengan anggun, cerdas, dan bijaksana.

By. Muhammad Yunus

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *