
Pesisir Selatan—, Suasana Aula Polres Pesisir Selatan tampak berbeda dari biasanya. Deretan kursi yang biasa diisi apel pagi kini dipenuhi personel berseragam yang duduk khusyuk, menyimak setiap kata yang disampaikan oleh seorang tokoh akademisi sekaligus ulama terkemuka dari ranah Minang. Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madrasah Arabiyah Bayang, Zidni Ilman Nafi’an, MA, hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental Personel Polres Pesisir Selatan — sebuah momen yang menjadi oasis spiritual di tengah rutinitas tugas yang penuh tantangan. (Kamis, 16/04/26).
Kegiatan pembinaan ini digelar sebagai bagian dari program rutin Polres Pesisir Selatan dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara fisik dan profesional, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual. Pimpinan Polres meyakini bahwa integritas seorang aparat kepolisian sejati berpangkal dari kejernihan nurani dan kekuatan rohani yang terus diasah, bukan hanya dari kemampuan teknis semata.
Dalam paparannya yang lugas namun sarat makna, Zidni Ilman Nafi’an menyampaikan betapa pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai kompas dalam setiap langkah pengabdian. Beliau menekankan bahwa seorang penegak hukum yang berakhlak mulia adalah benteng terkuat bagi ketertiban masyarakat. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan komunikatif, sang pemateri mampu mengurai konsep-konsep keislaman yang mendalam menjadi pesan praktis yang langsung menyentuh keseharian tugas para personel.
“Ketika seorang aparat menjaga ketenangan jiwanya, ia akan mampu menjaga ketenangan masyarakatnya. Kekuatan sejati bukan hanya pada seragam yang dikenakan, tetapi pada ketulusan niat yang tersimpan di dalam dada.” Ujarnya.
Zidni Ilman Nafi’an, MA · Ketua STAI Madrasah Arabiyah Bayang
Para peserta yang terdiri dari berbagai satuan fungsi di lingkungan Polres Pesisir Selatan tampak antusias mengikuti setiap sesi. Materi pembinaan mencakup pentingnya menjaga shalat sebagai fondasi kedisiplinan, mengelola emosi dalam situasi tekanan tinggi, serta membangun hubungan yang harmonis antara personel dengan masyarakat yang dilayani. Setiap poin disampaikan dengan pendekatan yang relevan dan membumi, sehingga resonansinya terasa nyata bagi para peserta.
Kolaborasi antara institusi pendidikan Islam dan lembaga penegak hukum ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci pembangunan bangsa yang berkelanjutan. Kehadiran Zidni Ilman Nafi’an di tengah-tengah personel Polres bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sebuah jembatan antara ilmu pengetahuan agama dan praktik pengabdian negara dua pilar yang saling menguatkan dalam membentuk aparatur yang berintegritas.
Banyak personel yang menyatakan bahwa pembinaan ini menjadi momen refleksi yang sangat berharga mengingatkan mereka kembali pada hakikat pengabdian yang tulus kepada Tuhan, negara, dan masyarakat. Semoga semangat yang terpercik pada hari ini terus menyala, menjadi bekal dalam setiap langkah tugas yang diemban dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.
By. Muhammad Yunus