Peran Perempuan dan Pola Asuh Anak: Dharma Wanita BPKPAD Pesisir Selatan Gelar Penguatan Karakter

Painan-, Kantor Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Pesisir Selatan belum lama ini tampak semarak dan penuh khidmat. Suasana tersebut terpancar dari pelaksanaan kegiatan pertemuan rutin Dharma Wanita (DW) yang mengangkat sebuah tema mendalam dan sangat relevan dengan kehidupan keluarga masa kini, yakni mengenai peran wanita tangguh dan pola asuh anak. (Senin, 05/10/26).

Acara ini menghadirkan narasumber istimewa, Ketua STAIMA Bayang, Zidni Ilman Nafi’an, S.HI., MA., yang memaparkan materi penguatan peran perempuan. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, tangguh, dan penuh kasih sayang di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Diskusi interaktif ini mengupas tuntas makna “ketangguhan yang sehat” bagi seorang wanita. Disebutkan bahwa menjadi wanita tangguh bukanlah berarti harus berjalan sendirian dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, melainkan memiliki fondasi iman yang kokoh, kecerdasan emosional untuk merespons masalah dengan bijak, serta konsistensi dalam memberikan teladan pengasuhan sehari-hari.

Lebih lanjut, ditekankan pula bahwa pengasuhan anak merupakan sebuah amanah agung yang jauh melampaui sekadar rutinitas atau tugas domestik rumah tangga biasa. Anak-anak terbukti belajar dan menyerap nilai kehidupan terutama dari hubungan, kebiasaan nyata, serta contoh teladan yang mereka saksikan dari orang tua setiap harinya.

Oleh karena itu, para peserta diingatkan mengenai tiga pilar utama dalam pengasuhan, yaitu menjaga fitrah serta keselamatan anak, menumbuhkan iman, adab, tanggung jawab, serta kemandirian, dan menjadikan rumah sebagai ruang yang aman untuk bertumbuh dan bertanya. Konsep ini berlandaskan kuat pada petunjuk Al-Qur’an, khususnya Surah At-Tahrim ayat 6, yang mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari api neraka.

Acara semakin kaya dengan referensi edukatif tatkala narasumber mengupas metode mendidik ala Luqman Al-Hakim sebagaimana diabadikan dalam Surah Luqman ayat 13 sampai 19. Para ibu diajak untuk menanamkan tauhid sejak dini, menyadari bahwa setiap amal sekecil apa pun senantiasa diketahui oleh Allah SWT, serta mengajarkan ibadah, kesabaran, dan akhlak rendah hati.

Penghormatan terhadap perjuangan seorang ibu turut disentuh melalui pengamalan Surah Luqman ayat 14 serta penguatan hadis sahih tentang kemuliaan ibu. Ditegaskan bahwa perjuangan ibu yang mengandung dalam keadaan lemah bertambah-tambah harus diimbangi dengan amanah besar bersama ayah dalam mendidik buah hati dengan kasih sayang sekaligus batasan yang jelas.

Sebagai bagian dari refleksi, kegiatan ini juga mengangkat teladan perempuan agung dalam sejarah Islam, salah satunya adalah Siti Asiyah. Asiyah dikenang sebagai sosok wanita tangguh yang tetap teguh memegang iman dan prinsip meskipun hidup di bawah tekanan lingkungan kekuasaan yang zalim, mengajarkan orang tua untuk menjadi jangkar moral bagi anak-anak mereka.

Selain Asiyah, teladan Siti Maryam turut dibedah sebagai simbol kesucian, kesabaran, dan ketundukan mutlak kepada Allah SWT dalam mengemban amanah yang berat. Dari kisah Maryam, para anggota Dharma Wanita diajarkan untuk senantiasa bersikap jujur terhadap proses hidup, tahan uji melalui ibadah, serta tetap bermartabat dalam menghadapi berbagai bentuk ujian kehidupan.

Melalui kegiatan penguatan di BPKPAD Kabupaten Pesisir Selatan ini, diharapkan para peserta dapat membawa pulang wawasan baru yang inspiratif. Pertemuan Dharma Wanita ini sukses membakar semangat para ibu untuk terus belajar menjadi madrasah pertama yang tangguh, penuh cinta, demi mencetak generasi bangsa yang gemilang dan berakhlakul karimah.

By. Muhammad Yunus

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *