
Painan – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) MA Bayang resmi menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Agenda penting ini berlangsung penuh hikmat pada Rabu, 29 Juli 2026.
Kegiatan pembekalan ini merupakan tahapan krusial yang wajib diikuti oleh seluruh calon peserta KKN sebelum diterjunkan langsung ke tengah-tengah masyarakat. Melalui pembekalan ini, para mahasiswa dibekali dengan berbagai wawasan akademis, etika kemasyarakatan, serta kesiapan mental dalam mengabdi.
Pada penyelenggaraan KKN periode ini, institusi mengusung tema utama yang sangat relevan dengan dinamika sosial saat ini, yaitu “Pencegahan Pernikahan Dini dan Optimalisasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dasar.” Tema ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang masih kerap dijumpai di lingkungan masyarakat.
Melalui program kerja yang terarah, mahasiswa Prodi HKI ditargetkan dapat memberikan edukasi serta sosialisasi secara masif mengenai bahaya dan dampak jangka panjang dari pernikahan dini, baik dari sudut pandang hukum Islam, hukum positif, maupun kesehatan reproduksi.
Sementara itu, mahasiswa dari Prodi PGMI diarahkan untuk mengambil peran aktif dalam mengoptimalkan pembentukan dan penguatan pendidikan karakter bagi anak-anak usia dasar di wilayah tempat mereka bertugas, guna membangun fondasi generasi muda yang berakhlak mulia.
Kegiatan pembekalan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan civitas akademika STAI MA Bayang. Tampak hadir dalam jajaran pimpinan yaitu Ketua STAI MA Bayang, Zidni Ilman Nafi’an, S.HI., M.A., yang memimpin langsung jalannya acara pembukaan.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua I Erizal, M.A., serta Wakil Ketua III Dr. Lara Agnesta Putri, M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan komitmen penuh pihak kampus dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian program KKN.
Dalam arahannya, Ketua STAI MA Bayang menekankan pentingnya bagi para mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN. Mahasiswa diharapkan dapat menjaga etika, menghormati adat istiadat setempat, serta menjalin komunikasi yang harmonis dengan tokoh masyarakat.
Selain itu, pesan senada juga disampaikan oleh para wakil ketua yang mengingatkan agar program kerja yang telah dirancang tidak hanya sekadar pemenuhan tugas akademik, melainkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan dan terasa manfaatnya secara nyata oleh warga setempat.
Acara pembekalan diakhiri dengan sesi diskusi dan pemantapan materi program kerja per kelompok. Dengan dilaksanakannya pembekalan ini, para mahasiswa Prodi HKI dan PGMI STAI MA Bayang menyatakan siap untuk menerjunkan diri dan mengabdi demi kemajuan masyarakat.
By. Yunus